Sendiri

SENDIRI terkadang menjadi pilihan yang lebih baik ketimbang harus berkoar-koar mengatakan kepada orang yg jelas-jelas tidak pernah peduli.
Sia-sia saja cerita panjang lebar berharap ada yg mengerti perasaan saya, tapi kenyataannya NOL BESAR.
Mungkin seharusnya saya tidak usah mengharap secara berlebihan. Atau minimal tidak usah memikirkan tanggapan-tanggapan positif maupun negatif.
Walupun sebenarnya hati merasakan penuh sesak oleh keluh kesah yang tak sempat dikeluarkan (karena memang tidak ada tempat untuk mencurahkan), tapi itu jauh lebih baik dari pada sakit mendengar bualan-bualan dari mulut yang terlihat manis di depan tapi hina di belakang.
Dan betapa naifnya saya percaya begitu saja dengan semua ocehan-ocehan sampah yang dengan mudah bisa diutarakan oleh orang gila sekali pun. 
Padahal bukti dari ucapan itu secuil pun TIDAK ADA.

Comments

Popular posts from this blog

Pengantar Pasar Modal

Badan-badan Pembentukan Standar Akuntansi dan Proses Pembentukan Standar Akuntansi

Pajak PBB dan BPHTB